Senin, 14 September 2015

Musik Banyumasan

Ini adalah salah satu lagu dari Sopsan,Sopsan adalah grup musik dari daerah Banyumas,lagunya dengan logat syairnya kebanyakan dengan bahasa "ngapak Banyumas", silahkan dinikmati monggo.... ­

Sabtu, 02 Mei 2015

Hukuman Pancung Lebih Manusiawi Daripada Hukuman Tembak

ilustrasi hukuman pancung

Hukuman mati dengan pancung itu jauh lebih baik dan lebih manusiawi dibandingkan dengan cara hukuman mati apapun, lebih-lebih dengan tembak (shooting). Mengapa? Kajian ilmiahnya begini:
Hukuman mati dengan cara metode Barat atau dengan tembakan, algojonya banyak, namun senapan yang berisi peluru tajam cuman 1. Itu artinya, yang ditembak cuman 1 organ: jantung saja atau otak saja.
Kalau jantung yang ditembak, otak masih berfungsi sehingga orang yang dieksekusi tidak segera mati.
Kalau otak yg ditembak, jantung masih aktif berdetak, maka tidak segera mati. Di harian Kompas tahun 2005 pernah dibahas bahwa terpidana hukuman mati dengan cara ditembak akan menemui ajalnya 20-30 menit setelah tembakan.
Jangan dikira sakitnya seperti apa! Konon kabarnya, pembantai keluarga dokter di Purwokerto itu matinya sekitar 25 menit setelah dieksekusi regu tembak di Nusa Kambangan.
illustrasi hukuman dengan cara tembak jantung

Sebaliknya, yang cara Islam adalah dengan pancung. Algojonya cuma 1 dengan pedang yang amat sangat tajam. Sekali tebas, kepala lepas. Sekilas mengerikan. Namun ternyata, ketika leher putus, “kabel” penghubung antara otak dan jantung (spinal cord) langsung putus. Ketika hubungan otak-jantung putus, jantung kehilangan kontak dengan otak. Akibatnya, jantung langsung berhenti berdetak. Orang mati seketika, tidak perlu berlama-lama merasakan sakit.
Illustrasi hukuman tembak

Bahkan didasarkan penelitian oleh Prof. Wilhelm Schulze dan Dr. Hazim dari College of Veterinary Medicine, Hannover University, German, kita dapat menarik kesimpulan bahwa orang yang dipancung itu tidak merasakan sakit, karena tidak ada saraf sakit yang tersentuh.
Kesimpulannya, syari’at Islam tentang hukuman mati dengan cara dipancung itu scientifically excellent, -(sumber:fimadani.com).

Gunung Bromo (click image will be add music)

Gunung Bromo, Malang,East Java

Jumat, 01 Mei 2015

Menyesal Mengajari Ibu Facebook-an


“Aku sangat menyesal telah mengajari Mama Facebook-an,” kata seorang siswi SMA dengan wajah sedih, “sekarang Mama minta cerai”
Kok bisa? Ceritanya bermula saat siswi SMA tersebut merasakan manfaat Facebook. Ia bisa terhubung dengan teman-teman dan gurunya. Melalui grup ia bisa berkomunikasi dan rapat online dengan mudah. Melalui fan page yang ia suka, ia bisa mendapatkan info-info yang bermanfaat.
“Facebook bagus deh, Ma,” kata gadis itu sambil membuatkan akun Facebook untuk mamanya. “Mama mau berteman dengan siapa, tinggal pilih. Ini kalau dengan teman SMP Mama, ini dengan teman SMA…”
Semula sang Mama perlu adaptasi dengan ‘mainan’ baru itu. Tetapi beberapa hari kemudian ia sudah mulai akrab. Dan yang tiba-tiba membuat hatinya deg-degan, ia bisa berteman dengan seorang pria yang dulu mereka sempat pacaran saat SMA tapi terputus setelah lulus. Pertama surprise. Lalu saling bertanya tentang kabar, lalu saling curhat… dan cinta lama bersemi kembali.
Kalau sekedar rasa dan bisa diatasi, mungkin cinta itu tidak masalah. Tetapi wanita ini begitu hanyut dalam perasaannya. Hatinya berbunga-bunga. Romantisme cinta SMA hadir menguasai jiwa dan menyeretnya untuk bertemu. Dari pertemuan di dunia maya mereka berdua kemudian bertemu fisik di dunia nyata.
Benarlah bahwa keburukan memanggil keburukan lainnya. Satu keburukan berteman akrab dengan keburukan lainnya. Begitu manusia terperangkan dalam satu keburukan kecil, keburukan yang lebih besar akan mengikuti. Jika tidak segera diputus, keburukan yang jauh lebih besar tiba-tiba hadir dan mendominasi.
Dari say hello , mereka berkhalwat di dunia maya. Saling menulis kata-kata mesra. Setelah itu mereka bertemu, terjadilah zina mata. Hingga di suatu hari, bagaikan petir di siang hari, wanita itu mengajukan cerai kepada suaminya. Alasannya? Ia ingin menikah dengan pacar lama yang baru ditemukannya melalui Facebook itu.
Mendengar ini, yang paling bersedih adalah anaknya. Ia yang membuatkan akun Facebook dan mengajari mamanya, kini ia dan keluarganya ditinggalkan oleh wanita itu.
Sang suami tidak bisa menghalangi niat istrinya. Akhirnya ia menceraikannya dan membiarkan wanita itu menjadi istri kedua pacar lamanya. Namun setelah beberapa bulan, wanita itu merasakan balasan dari Allah. Ternyata menikah dengan pacar lama tidaklah seindah bayangannya selama ini. Suami yang telah ditinggalkannya jauh lebih baik. Keluarga yang ditinggalkannya jauh lebih membahagiakan. Dengan mengiba ia datang kembali ke mantan suaminya, ingin dinikahi lagi. Namun sang suami yang kini single parent itu menjawab tegas: “Maaf, saya tidak mungkin menikahi lagi wanita yang telah meminta cerai.” -[Sumber:bersamadakwah]
*Based on true story

sweet smile :D (click picture/gambarnya) :) :) :)

Senyum indah itu membuatku tanpa beban hidup

Kamis, 09 April 2015

Windows+sinom

New Windows, added music  (click picture/gambarnya)

(click picture/gambar jika ingin plus musik)

Rabu, 08 April 2015

waktu

Begitulah waktu dunia,terasa cepat datang dan perginya.

(click picture/gambar jika ingin plus musik)